jump to navigation

Lulus X Hidup X awal yang Sesungguhnya Juni 15, 2008

Posted by octhora in Kehidupan, Octhora, Studi.
Tags: , ,
add a comment

Alhamdulillah. Segala puji syukur bagi Allah Tuhan Semesta Alam.

Setelah melalui perjuangan berat nan melelahkan, selesai sudah studiku di kampus tercinta SMA 39 Jakarta. Perjuangan berat tersebut terbalas dengan sebuah kata LULUS, yang tentunya juga menjadi idaman siswa semester akhir lainnya.

Terima Kasih juga kuucapkan untuk seluruh pihak yang memberiku dukungan baik moril dan materiil (dah ky pidato) sehingga aku dan teman-teman bisa LULUS 100%.

Dan tentunya banyak lagi yang akan dilakukan setelah lulus sma ini, karena aku tahu bahwa lulus bukanlah akhir tapi awal dari segalanya. Memang hadirnya ujian dan tetek bengek menuju perguruan tinggi memberikan beban yang sangat berat, sehingga aku tidak bisa menjalani “HIDUP”ku sebagaimana mestinya. Namun yang terpenting bahwa aku telah sadar, dan sedikit demi sedikit mulai bisa mengendalikan diri, dan semoga hidupku ini bisa berjalan sebagaimana mestinya hingga kucapai yang kucita dan cintakan nantinya.

Mari berjuang mencari dan menggapai, karena jalan masih panjang membentang..
Karena, ketahuilah..
“Siapa yang bersungguh-sungguh, akan menemukan yang dicarinya..”

Kembali dari yang Telah Hilang April 13, 2008

Posted by octhora in Octhora, Spiritual.
Tags: ,
add a comment

Mengapa hilang…
Mengapa menerawang…
Tak sadarkah manusia…
Tak pahamkah manusia…
Akan sejumput makna yang disampaikan padanya…
Akan cahaya yang coba diterpanya…

Adakah manusia meresapi…
Atau mereka terpaku pada kepongahan dan bersuka membanggakan diri..
Sibuk dengan apa yang menurutnya…
Senang dengan apa yang terlaku olehnya..
Merasa dirinya segalanya.. merasa jadi terbenarkan..
Jika demikian adanya.. Maka
Manusia bagaikan daun yang gugur sebelum waktunya…
Atau..
Bunga yang berupa bangkai..
Yang tiada harum dan indah menghiasi..
Hanya busuk yang merebak..
Atau..
Bagai langit dengan awan gelap yang bertindih..
Pekat.. Tiada terang menyinari…

Semoga kelak semua tersadarkan…
tebangun dari buai keinginan..
Nafsu buas tak terperikan..
Bangkit menjadi seorang Insan…
Yang Arif… Yang Terang..
Yang ternyana padanya Kebenaran nan sejati dan terselamatkan..
Tersibak…
Olehnya Cahaya Pramana Terang Nan Merebak…
Sinarnya meluruh menerangi jagad…
Kembali menjadi Sejati yang bersatu Wujud dan Rasa..
Dengan Sang Pangeran…
Terbukanya Tabir… Menghias Rupa penuh Sempurna
Maha… Segala-galanya…

Ayo Ngeblog… Maret 26, 2008

Posted by octhora in Budaya, Octhora.
Tags:
1 comment so far

Percayakah anda bahwa dengan nge-blog, setiap orang bisa saja memberi manfaat pada banyak orang, selain kita bisa menuangkan berbagai gagasan maupun ide yang cemerlang, orang yang mengunjungi blog anda pun akan semakin bertambah wawasan dan ilmunya. Selain itu kita juga bisa saling berbagi dalam berbagai hal dalam blog, yang menajdikan hidup lebih HIDUP.

Berminat Nge-blog.. Ayo sebarkan budaya ngeblog dan miliki sendiri blog anda, dengan mengikuti tutorial membuat blog pada link berikut :

Klik di bawah:

Cara Membuat Blog

Kemana Kita Berjalan?(lanjutan) Maret 26, 2008

Posted by octhora in Budaya, Octhora, Spiritual.
Tags: , , ,
add a comment

Berpikir mengenai hidup, bahwa hidup sebenarnya buat kita bukan bagaimana kita menjalani hidup tapi bagaimana kita memaknainya. Terkadang orang jauh berjalan memikirkan, kemana jalannya untuk hidup, kemana dia bisa menggapai kesenangan, tapi justru terkadang orang itu mudah jatuh tertatih dan kehilangan arah. Berbeda dengan orang yang mau merenungi, me’rasa’kan dengan sepenuh jiwa daripada makna hidup yang dia jalani. Dia akan paham bahwa dia hidup memiliki asal dan tujuan. Dia tahu bahwa hiduplah yang akan mengalir membawanya menggapai puncak rasa jatinya sebagai manusia untuk menggapai sebenarnya cahaya kehidupan.

Para pujangga jawa pun sejak dulu telah banyak memberikan petuah dan nasihat tentang bagaimana untuk mengarungi kehidupan yang semu ini, seperti yang terekam apik dalam tembang-tembang macapat gubahan pemikir ulung Manusia Jawa. Mereka banyak memberi pengertian tentang apa dan bagaimana menggapai hakikat tertinggi, dan rahasia kehidupan manusia. Mereka juga banyak menyerukan pada para putra wayahnya untuk senantiasa merenung dan eling sebagai bentuk pengenalan diri pada Sang Pencipta. Misalnya seperti dalam gubahan tembang pangkur berikut yang dirangkai apik oleh Sri Mangkunegara IV. (lagi…)