jump to navigation

Goresan Terindah dan Terlupakan dari Alam April 9, 2008

Posted by octhora in Alam, Nusantara.
Tags: ,
21 comments

Alam telah banyak memberikan manfaat dan arti dalam kehidupan kita. Kita hidup dari apa yang disediakan oleh alam. Makan, minum dan kebutuhan lainnya, kita juga bergantung pada alam. Bahkan alam dengan pesonanya seringkali menjadi penyejuk jiwa atau pelipur daripada lara.

panoramaKetika aku pergi, pulang ke kampung halamanku di desa, hamparan padi yang hijau menguning nan indah menjadi pesona pertama yang seakan gembira menyambut kedatanganku. Tak sampai di situ, barisan bukit dan gunung membiru seakan menghiasi sekelilingku, menambah indah panorama. Lalu, ketika aku pergi ke sebuah air terjun di daerah desaku, hatiku seakan di surga melihat pemandangan yang begitu indah. Percikan air yang tampak putih membias. Tumpahan air dari atas bukit, seakan bernyanyi, melagukan indahnya panorama, menambah indah dari hijaunya pepohonan, birunya langit dan juga senandung gemericik air sungai yang mengalir syahdu di bawahnya. Tak hanya sampai di situ, kicau burung yang seakan bersabda alam, ikut pula memberikan warna selain daripada kupu-kupu yang merona indah yang sedang memadu disebuah bunga merekah di pinggir sungai. Oh indahnya…

Tapi ketika aku melihat pelosok lain dari tanah airku, hatiku trenyuh melihat alam bersedih. Deru mesin gergaji, seakan jadi suara kematian yang menjatuhkan pepohonan dari kokohnya. Atau lalapan si setan merah yang merajalela melahap apapun yang ada di sekelilingnya. Atau juga di kota tempatku hidup sekarang, lahan hijau diubah menjadi gedung pencakar langit atau pemukiman para pendatang yang belum tentu bisa memberikan kontribusi pada pembangunan, dan hanya mementingkan dirinya sendiri.

Deru mesin kendaraan bermotor yang mengeluarkan gas beracun dari pembuangannya, menambah pedih derita alam yang sudah porak poranda dikotori manusia. Hingga akhirnya alam pun mengeluarkan peringatan akan bahaya kemarahannya, mencoba menyadarkan manusia dari kesombongan, kerakusan, dan kepongahannya. Kita tentu tak ingin alam yang meberi keidupan pada kita hilang begitu saja artinya. Hendaknya kita sadar, bangun dan benahi alam kita sekarang, sebagai wujud rasa syukur akan keagungan Tuhan Pencipta Alam. Kita bersatu dengan alam, membentuk keharmonisan, sehingga alam pun bersahabat dengan kita, memberikan cahaya, pembuka menuju awal kehidupan yang sejati.

Wayangku, Kemana Engkau? Maret 27, 2008

Posted by octhora in Budaya, Nusantara.
Tags: , ,
1 comment so far

bima.gifBerbagai media saat ini seperti sudah melenyapkan wayang, sarana budaya yang sebetulnya sangat mencerahkan. Aduh, betapa mirisnya saya saat saya membicarakan wayang di sekolah, saya dinggap kuno, jadul, ketinggalan jaman, dsb. Sedangkan yang saya yakini bahwa wayang itu mengandung banyak sekali nasihat, petuah maupun filosofi yang sebenarnya bisa menuntun kita ke arah kehidupan yang lebih baik. Selain itu, wayang dan budaya pada umumnya merupakan identitas bangsa yang seharusnya dipertahankan sebagai warisan para pendahulu kita.

Mereka menciptakan wayang, tidak hanya sekadar sebagai hiburan, tapi justru lebih sebagai media dakwah untuk menyalurkan pemikiran dan filosofi mereka yang sarat dengan makna dan hakikat kehidupan, seperti Kanjeng Sunan Kalijaga yang dengan sangat hebat mau membuat wayang dengan berbagai macam lakon yang sarat makna seperti contohnya Wejangan Dewaruci, yang mengajarkan bagaimana manusia mencapai hakikat tertinggi hubungan dengan Sang Pencipta. Karena itulah, wayang sangat berarti, dan wajib untuk dipertahankan sebagai budaya dan identitas bangsa.

Dan Kalau bukan kita siapa lagi?

Selamat Jalan Pak Harto Januari 28, 2008

Posted by octhora in Nusantara.
Tags:
2 comments

Selamat jalan ksatria bangsa,

Semoga amal baktimu diterimaNya…

Amin.