jump to navigation

Budaya, Pusaka yang Telah Hilang Maret 23, 2008

Posted by octhora in Esai.
Tags:
1 comment so far

Di zaman modern seperti sekarang, orang sudah seperti kacang yang lupa kulitnya. Begitu mudahnya orang mendapatkan pengaruh dan informasi dari dunia luar, hingga rasa dan apresiasi terhadap budaya sendiripun pudar perlahan-lahan. Budaya ataupun pengaruh teknologi dari luar nusantara sudah menjadi darah daging, dan sulit terpisahkan dari masyarakat. Bahkan yang lebih parah, pengaruh dalam sebuah keyakinan yang perlahan menggerus budaya asli Indonesia, sudah meluas memengaruhi alam pikiran bangsa

Budaya yang merupakan aset kekayaan Nusantara, saat ini sudah terkontaminasi oleh beragam budaya asing yang semakin menyelak, berkat bantuan teknologi informasi yang sudah maju. Hal ini sangat berbahaya, karena suatu kelak bangsa ini akan membutuhkan identitas diri dan ideology yang kuat untuk bergerak maju. Manusia Jawa yang dianggap sebagai leluhur dan pemikir bangsa untuk maju pun, saat ini sudah semakin menghilang terkikis keadaan, padahal nasib bangsa Indonesia sangat tergantung kepada kemampuan penalaran, skill, dan manajemen manusia Jawa, yang sudah sejak dulu berpikir dan berjuang untuk merdekanya bangsa.

Manusia Jawa mengalami krisis kebudayaan, hal ini disebabkan Kebudayaan Jawa dibiarkan merana, tidak terawat, dan tidak dikembangkan oleh pihak yang berkompeten. Bahkan Kebudayaan Jawa terkesan dibiarkan mati merana digerilya oleh kebudayaan asing (terutama dari timur tengah/Arab).

Boleh diibaratkan bahwa manusia Jawa terus menerus mengalami penjajahan, misalnya penjajahan oleh bangsa Belanda, Jepang, Negara Adidaya/perusahaan multi nasional selama ORBA sampai dengan saat ini. Sekarang dan dimasa dekat, bila tidak hati2, diramalkan bahwa Indonesia akan menjadi negara boneka Timur Tengah/Arab Saudi (melalui kendaraan utama politisasi agama ataupun teknologi modernisasi).

Kemunduran kebudayaan manusia Jawa sangat terasa sekali, karena suku Jawa adalah mayoritas di Indonesia, maka kemundurannya mengakibatkan kemunduran negara Indonesia, sebagai contoh kemunduran adalah terpaan berbagai krisis yang tak pernah selesai dialami oleh bangsa Indonesia. Maka untuk itu, diperlukan sinergi yang kuat antara bangsa dan budaya demi majunya Nusantara Indonesia yang telah sejak dulu diperjuangkan oleh para pemikir ulung yang tak hanya dari Jawa, tapi dari seluruh pelosok Tanah Air yang sepenuh hati mengorbankan segalanya demi tercapai kesejahteraan bangsa.

Hamemayu Ayuning Bawana.

Sebuah Perenungan Januari 29, 2008

Posted by octhora in Esai.
2 comments

Kebersihan, sebuah kata yang banyak didamba orang dan berusaha untuk diwujudkan sebaik mungkin. Akan tetapi, sulit sekali untuk dapat memperoleh sebuah kebersihan, karena banyak orang tidak mampu memahami hakikat dan arti penting kebersihan yang dimulai dari kebersihan rohani untuk kemudian dapat kita ciptakan kebersihan jasmani dan lingkungan.

 

Sebelum kita dapat menciptakan dan memelihara sebuah kebersihan, tentunya kita harus memahami sebuah pengertian tentang kebersihan dan juga menanamkan betapa pentingnya kebersihan dalam kehidupan. Kebersihan berarti sebuah kondisi yang jauh dari kekotoran, najis dan juga sebuah keadaan yang suci, oleh karena itu sebelum mewujudkan sebuah kebersihan secara fisik, kita harus menciptakan kebersihan dalam jiwa rohani, dalam mental spiritual, supaya kesadaran akan arti penting kebersihan tertanam dalam dan dapat kita aplikasikan dalam wujud kebersihan secara fisik.

 

Kebersihan dalam jiwa rohani (lagi…)